You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kasus Kebakaran di Jakarta Utara Turun Sepanjang 2025
photo Anita Karyati - Beritajakarta.id

Kasus Kebakaran di Jakut dan Kepulauan Seribu Turun

Jumlah kasus kebakaran di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu sepanjang tahun 2025 tercatat mengalami penurunan. Berdasarkan data, tahun ini terdapat 232 kejadian kebakaran, menurun 17 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 279 kejadian.

"Kampanye pencegahan kebakaran"

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman mengatakan, korsleting listrik masih menjadi penyebab utama kebakaran dengan persentase mencapai 54 persen.

Ia menambahkan, untuk penyebab lainnya meliputi kebocoran gas sekitar 12 persen, pembakaran sampah delapan persen, serta faktor lain di luar itu.

Pemprov DKI Hibahkan 14 Mobil Damkar ke Daerah Lain

"Penurunan kasus kebakaran ini merupakan hasil dari intensifikasi kampanye pencegahan kebakaran yang terus kami lakukan," ujarnya, Senin (5/1).

Gatot merinci, Kecamatan Penjaringan menjadi wilayah dengan jumlah kejadian kebakaran terbanyak, yakni 60 kejadian, disusul Cilincing sebanyak 47 kasus kebakaran. Selanjutnya, Tanjung Priok tercatat 37 kejadian, Koja dan Kelapa Gading masing-masing 27 kejadian, serta Pademangan sebanyak 23 kejadian.

"Untuk wilayah Kepulauan Seribu Utara tercatat ada tujuh kejadian kebakaran dan Kepulauan Seribu Selatan sebanyak empat kejadian," terangnya.

Menurutnya, dari sisi objek terdampak, rumah tinggal menjadi yang paling banyak mengalami kerusakan, yaitu 86 unit. Kemudian, kios atau Ruko sebanyak 41 unit, kebakaran sampah 39 kejadian, serta sejumlah objek lainnya.

Secara keseluruhan, imbuh Gatot  ratusan kejadian kebakaran itu berdampak pada 1.048 Kepala Keluarga atau sekitar 4.709 jiwa. Tercatat 14 orang meninggal dunia dan 88 orang mengalami luka-luka.

"Total kerugian material akibat kebakaran sepanjang tahun 2025 diperkirakan mencapai lebih dari Rp 63,9 miliar," ucapnya.

Gatot memastikan, pihaknya akan terus berupaya menekan angka kebakaran melalui berbagai langkah, mulai dari sosialisasi pencegahan, simulasi penanganan kebakaran, hingga kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat.

"Kami terus mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, khususnya dalam penggunaan instalasi listrik dan sumber api lainnya, guna menekan potensi kebakaran ke depan," tegasnya.

Sementara itu, Lurah Kalibaru, Sukarmin menyampaikan, sepanjang tahun 2025 kasus kebakaran di wilayah kerjanya yang merupakan permukiman padat penduduk relatif terkendali dengan jumlah enam kejadian.

"Kami terus mengingatkan warga agar berhati-hati dan rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing. Kewaspadaan bersama menjadi kunci utama mencegah kebakaran," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

    access_time12-03-2026 remove_red_eye6507 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. 150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

    access_time14-03-2026 remove_red_eye1551 personTiyo Surya Sakti
  3. Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

    access_time12-03-2026 remove_red_eye1508 personDessy Suciati
  4. Pemprov DKI Terus Upayakan Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan

    access_time13-03-2026 remove_red_eye1418 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. DKI dan Kemenag RI Sepakati Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Daerah

    access_time16-03-2026 remove_red_eye1231 personFolmer